Pendidikan dan Manusia






Manusia memiliki pengetahuan, begitu juga hewan dan makhluk lainnya. Namun perbedaan manusia dengan makhluk lainnya adalah hewan memiliki pengetahuan yang bersifat statis, dari zaman purba sampai zaman sekarang rumah semut tetap saja begitu, begitu juga burung. Tapi berbeda dengan manusia yang pengetahuannya bersifat dinamis. Dengan rasa ingin tahunya  (curiosity), manusia lebih punya gairah dalam menata sosial, budaya dan apalagi politik. Hal itu terlihat dalam bukti – bukti sejarah peradaban manusia sejak manusia pertama hingga kini yang terus diperbaharui.

Manusia mempunyai kemampuan mencerna pengalaman, merenung, merefleksi, meneliti dalam upaya memahami lingkungannya karena didorong oleh rasa ingin tahu maka praktek ini yang di sebut upaya belajar dan berfikir, Ajaran islam juga menganggap ini penting, seperti di wajibkannya belajar sejak lahir sampai mati. Dari proses belajar mengajar inilah kita kenal sistem pendidikan. kesimpulannya Pendidikan  merupakan pembahasan permasalahan manusia. Dari sini sangat jelas bahwa manusia memiliki peran dalam dunia pendidikan, menjadi subyek sekaligus obyek dalam roda pendidikan.

Usaha dalam pencapaian nilai – nilai manusia tersebut diciptakan dengan sistem pendidikan yang berbeda - berbeda tergantung sudut pandang manusia itu sendiri, seperti sistem pendidikan model barat yang mengedepankan konsep Rasional sehingga hasilnya memicu pada perkembangan dan pertumbuhan materealis. Konsep ini tentu memiliki kelemahan bagi kelompok manusia lain karena manusia sendiri tidak cukup sampai pada hal materealis mengingat pada hakikatnya manusia terdiri dari jasmani dan rohani, tentu kebutuhan jasmani dan rohani belum terpenuhi secara komprehensif. Kemajuan tekhnologi, kebudayaan dan lainnya yang bersifat materealistis justru menimbulkan masalah baru seperti keresahan, keraguan dan rasa aman. Sistem pendidikan ini berbeda dengan konsep yang di bawa oleh islam yang berpandangan bahwa segala yang ada ini merupakan sebuah ciptaan, mau tidak mau memaksa untuk menoleh pada hakikat manusia itu sendiri. Dasar pembelajaran menusia di jelaskan di dalam kitab suci agama islam surat Al Alaq Ayat 1 -5. Dari sudut pandang ini dapat di sederhanakan bahwa pembelajaran ini berpola 3 unsur yaitu masa lampau (mencerna pengalaman/ayat 2), masa sekarang (merenung, merefleksi/ayat 3-4), akan datang (meneliti/ayat 5) sedangkan ayat 1 dipahami perintah belajar atau mengkaji.  

Terlepas dari itu semua pendidikan bertujuan terhadap kualitas manusia di bidang sosial, budaya dan spiritual. Maka outputnya adalah prilaku manusia terhadap lingkungan dan diri sendiri. Sehingga sangat tepat bahwa manusia adalah kholifah.

Related Posts:

2 Responses to "Pendidikan dan Manusia"

  1. Apapun alasannya pendidikan adalah batu loncatan utk sebuah kesuksesan...

    Keren artikelnya ni

    BalasHapus