Aplikasi Jadwal Pelajaran dijamin tidak Bentrok






Hari – hari akan tampak teratur bila apa yang kita lakukan sesuai rencana atau paling tidak kita telah mengonsepnya meskipun tak  berjalan sesuai rencana. Sama halnya dengan jadwal mengajar kita, tidak akan kesulitan jika diatur dengan baik. Ups lupa tanya kabar sahabat Pendidikan, masih semangat bukan?

Admin atau bagian staff tata usaha menjadi langganan menggarap jadwal mata pelajaran di sekolah sedikitnya setiap tahun sekali, pengalaman penulis setiap bikin jadwal selalu saja ada trouble, oleh karena itu para sobat jangan sampai mengikuti pengalaman penulis ya...hehe  

Rumah Pendidikan memberikan sedikit kemudahan bagi para admin yang pekerjaannya biasa mengatur jadwal pelajaran di sekolah, sedikit tips membuat jadwal pelajaran anti bentrok yang memanfaatkan kecanggihan excel. Seperti apa penampakannya?

yuk sedot aplikasinya di sini!

Related Posts:

Download Formulir Sekolah


Selamat Pagi sobat, selamat pagi pemerhati pendidikan. Tak terasa sudah sampai di penghujung semester genap 1 tahun kita telah melalui kurikulum ini dengan lancar alhamdulillah dan inilah saatnya kita mempersiapkan diri untuk masuk ke semester selanjutnya mudah – mudahan kita tetap semangat untuk membuka lembaran semester baru. Sudah siap kan?

Ngomong – ngomong soal lembaran baru, it berarti kita juga akan punya teman baru. Karena di sekolah akan ada tambahan warga yang akan baru daftar. Tapi jangan sampai keteteran ya kawan untuk mendata calon siswa yang akan masuk kesekolah kita. Rumah Pendidikan punya contoh Formulir sekolahan ne, biar bisa membantu sobat untuk mendata identitas calon Siswa.

Yuk simak dulu screenshotnya.

 


 


Gimana? Kalau mau download versi PDFnya di sini ya!

Related Posts:

Pendidikan dan Manusia






Manusia memiliki pengetahuan, begitu juga hewan dan makhluk lainnya. Namun perbedaan manusia dengan makhluk lainnya adalah hewan memiliki pengetahuan yang bersifat statis, dari zaman purba sampai zaman sekarang rumah semut tetap saja begitu, begitu juga burung. Tapi berbeda dengan manusia yang pengetahuannya bersifat dinamis. Dengan rasa ingin tahunya  (curiosity), manusia lebih punya gairah dalam menata sosial, budaya dan apalagi politik. Hal itu terlihat dalam bukti – bukti sejarah peradaban manusia sejak manusia pertama hingga kini yang terus diperbaharui.

Manusia mempunyai kemampuan mencerna pengalaman, merenung, merefleksi, meneliti dalam upaya memahami lingkungannya karena didorong oleh rasa ingin tahu maka praktek ini yang di sebut upaya belajar dan berfikir, Ajaran islam juga menganggap ini penting, seperti di wajibkannya belajar sejak lahir sampai mati. Dari proses belajar mengajar inilah kita kenal sistem pendidikan. kesimpulannya Pendidikan  merupakan pembahasan permasalahan manusia. Dari sini sangat jelas bahwa manusia memiliki peran dalam dunia pendidikan, menjadi subyek sekaligus obyek dalam roda pendidikan.

Usaha dalam pencapaian nilai – nilai manusia tersebut diciptakan dengan sistem pendidikan yang berbeda - berbeda tergantung sudut pandang manusia itu sendiri, seperti sistem pendidikan model barat yang mengedepankan konsep Rasional sehingga hasilnya memicu pada perkembangan dan pertumbuhan materealis. Konsep ini tentu memiliki kelemahan bagi kelompok manusia lain karena manusia sendiri tidak cukup sampai pada hal materealis mengingat pada hakikatnya manusia terdiri dari jasmani dan rohani, tentu kebutuhan jasmani dan rohani belum terpenuhi secara komprehensif. Kemajuan tekhnologi, kebudayaan dan lainnya yang bersifat materealistis justru menimbulkan masalah baru seperti keresahan, keraguan dan rasa aman. Sistem pendidikan ini berbeda dengan konsep yang di bawa oleh islam yang berpandangan bahwa segala yang ada ini merupakan sebuah ciptaan, mau tidak mau memaksa untuk menoleh pada hakikat manusia itu sendiri. Dasar pembelajaran menusia di jelaskan di dalam kitab suci agama islam surat Al Alaq Ayat 1 -5. Dari sudut pandang ini dapat di sederhanakan bahwa pembelajaran ini berpola 3 unsur yaitu masa lampau (mencerna pengalaman/ayat 2), masa sekarang (merenung, merefleksi/ayat 3-4), akan datang (meneliti/ayat 5) sedangkan ayat 1 dipahami perintah belajar atau mengkaji.  

Terlepas dari itu semua pendidikan bertujuan terhadap kualitas manusia di bidang sosial, budaya dan spiritual. Maka outputnya adalah prilaku manusia terhadap lingkungan dan diri sendiri. Sehingga sangat tepat bahwa manusia adalah kholifah.

Related Posts: